Ada Buaya Berkalung Ban di Palu, BKSDA Gelar Sayembara bagi Warga yang Bisa Melepas

Antara ยท Selasa, 28 Januari 2020 - 15:48:00 WIB
Ada Buaya Berkalung Ban di Palu, BKSDA Gelar Sayembara bagi Warga yang Bisa Melepas
Buaya liar yang lehernya terlilit ban bekas terlihat di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, pada Rabu, 15 Januari 2020 lalu. (Foto: Antara)

PALU, iNews.id – Kondisi seekor buaya liar yang biasa berkeliaran di aliran Sungai Palu hingga Teluk Palu, memprihatinkan. Reptil itu sudah sejak lama terhalang dengan ban bekas sepeda motor yang melilit lehernya.

Menyikapi kondisi buaya tersebut, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bahkan menggelar sayembara. Masyarakat diajak untuk membebaskan buaya liar dari ban yang menjerat lehernya.

“Jika ada masyarakat berhasil melepas ban bekas di leher buaya itu, kami akan berikan imbalan,” kata Kepala BKSDA Sulawesi Tengah Hasmuni Hasmar di Palu, Selasa (28/1/2020).

Dia tidak menyebutkan bentuk dan nilai imbalan yang akan diberikan. Namun, dia menjelaskan, BKSDA menggelar sayembara tersebut karena tidak punya cukup personel untuk menemukan buaya liar yang terlilit ban di sepanjang aliran sungai.

Menurut dia, sebelumnya beberapa pemerhati satwa liar sudah berupaya menolong buaya berkalung ban bekas tersebut. Termasuk Muhammad Panji alias Panji Petualang pada awal Januari 2018. Namun, upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Kami juga beberapa waktu lalu bekerja sama dengan NGO asal Australia, namun upaya mereka menyelamatkan buaya itu gagal. Organisasi itu sudah dua kali berupaya menolong si buaya yang terlilit ban bekas,” katanya.

Dia mengatakan, Gubernur Sulteng Longki Djanggola juga telah menginstruksikan untuk membebaskan buaya terjerat ban bekas itu pada tahun 2020. Ini menjadi salah satu tugas BKSDA yang belum diselesiakan.

“Banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan BKSDA, salah satunya sampai hari ini buaya berkalung ban belum bisa tertangkap. Tahun ini harus bisa ditangkap supaya ban bekas yang terlilit di leher satwa itu bisa dilepas,” kata Longki.

Editor : Maria Christina