9 Fakta Pembunuh Rangga, Diancam Hukuman Seumur Hidup hingga Tewas di Tahanan

Muhammad Maulidin · Senin, 19 Oktober 2020 - 18:30:00 WIB
9 Fakta Pembunuh Rangga, Diancam Hukuman Seumur Hidup hingga Tewas di Tahanan
Samsul Bahri (41) tersangka pembunuhan Rangga bocah yang bela ibunya saat diperkosa meninggal dunia di sel tahanannya, Minggu (18/10/2020). (Foto Reskrim Polres Langsa)

LANGSA, iNews.id – Samsul Bahri (48) alias SB tersangka pembunuhan terhadap Rangga (9) dan memerkosa ibunya, DN tewas di dalam sel tahanan Mapolres Langsa, Sabtu (17/10/2020) dini hari.

Jenazah SB kemudian dimakamkan di tempat kelahirannya Desa Alue Gadeng, Kecamatan Birem Bayeum, Aceh Timur, Minggu (18/10/2020).

Sebelum tewas, tersangka Samsul sempat mengeluhkan sesak napas lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Aksi Samsul Bahri yang membunuh Rangga dan memerkosa ibunya, DN dinilai di luar perikemanusiaan.

Berikut sembilan fakta Samsul Bahri pembunuh Rangga yang menghebohkan warga Aceh dan netizen:

1. Residivis Pembunuhan

Samsul Bahri merupakan residivis kasus pembunuhan yang bebas karena program asimilasi Covid-19. Selama menghirup udara bebas sekitar April 2020, tersangka bekerja di kebun sawit miliknya.

2. Suka Sama Korban

Aksi keji Samsul Bahri yang memerkosa DN dan membunuh anaknya, Rangga (9) ternyata dilandasi rasa suka yang sudah lama dipendamnya hingga nekat melampiaskan nafsu bejatnya terhadap korban.

3. Satu Desa

Tersangka Samsul Bahri dengan korban DN sama-sama tinggal di Desa Alue Gadeng, Kecamatan Birem Bayeum, Aceh Timur. Rumah mereka pun tak terlalu jauh.

Warga mendatangi rumah kelurag Rangga, bocah SD yang tewas dibunuh saat menolong ibunya yang akan diperkosa di Aceh Timur. (Foto: iNews/Muhammad Maulidin)
Warga mendatangi rumah kelurag Rangga, bocah SD yang tewas dibunuh saat menolong ibunya yang akan diperkosa di Aceh Timur. (Foto: iNews/Muhammad Maulidin)

4. Terancam Hukuman Seumur Hidup

Tersangka Samsul Bahri terancam hukuman seumur hidup. Dia dijerat pasal berlapis yakni Pasal 338 juncto 340 juncto 285 dan juncto 351 ayat 2.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka dikenai pasal berlapis tentang pembunuhan dan pemerkosaan serta Pasal 80 UU Perlindungan Anak,” kata Kasat Reskrim Polres Langsa, AKP Arief Sukmo Wibowo, Kamis (15/10/2020).

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: