7 Korban Longsor Tambang Emas di Kobar Belum Ditemukan, SAR Evakuasi 3 Orang

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Jumat, 20 November 2020 - 16:38:00 WIB
7 Korban Longsor Tambang Emas di Kobar Belum Ditemukan, SAR Evakuasi 3 Orang
Tim SAR gabungan mengevakuasi satu korban longsor tambang emas di Pangkut, Kotawaringin Barat. (Foto: iNews/Sigit Dzakwan)

KOTAWARINGIN BARAT, iNews.id – Tujuh penambang emas yang menjadi korban longsor di penambangan emas rakyat liar kawasan Sungai Seribu, RT 6, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng hingga kini belum ditemukan. Tim SAR gabungan hingga Jumat (20/11/2020), baru mengevakuasi tiga korban yang semuanya dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Puskesmas Aruta, dr Teno mengatakan, dari ketiga korban yang ditemukan semuanya dalam kondisi basah kuyup dan tubuhnya sudah mulai membengkak.

“Semuanya (korban) sudah dikirim menggunakan ambulans menuju RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk dilakukan visum guna mengetahui pengebab tewasnya ketiga korban,” ujar Teno.

Dia menjelaskan, untuk korban ketiga belum diketahui identitasnya sebab masih dilakukan pencocokan data dengan para saksi. “Korban ketiga yang ditemukan belum diketahui nama dan alamatnya. Masih menunggu identifikasi,” ujarnya.

Sebelumnya, dua penambang emas dalam kecelakaan  kerja (laka) penambang emas rakyat di Sungai Seribu, RT 6, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. 

Kedua korban berhasil dievakuasi di dalam lubang tambang oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI Polri dan rekan sesama penambang emas pada Jumat 20 November 2020 sekitar pukul 11.30 WIB. 

Anggota Pos SAR Pangkalan Bun, Kantor SAR Pangkalan Bun, Indra Saputra mengatakan, sudah ada dua korban penambang yang berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia bernama Yuda (24) asal Kecamatan Salopa; dan Rana Solihat (20) warga Cikeusal Kabupaten Tasikmalaya, Jabar.

Masih ada satu orang lagi penambang yang sudah terlihat dan segera dilakukan evakuasi. “Masih satu orang lagi yang sudah terlihat dan masih proses evakuasi. Untuk sisanya 7 orang penambang masih belum ditemukan sama sekali,” katanya.

Data yang dihimpun MNC Media, peristiwa ini bukan longsor di dalam lubang tambang emas yahg sudah mencapai kedalaman sekitar 65 meter. Namun diduga kuat karena lubang yang saat digali nembus ke lubang tambang lama yang banyak airnya.

Jadi pada saat 10 penambang beraktivitas di lubang tambang yang lama jebol membawa air bah dan menghantam semua penambang yang ada. 


Editor : Kastolani Marzuki