5 Korban Kapal Tenggelam di Kupang Masih Hilang, SAR Persempit Lokasi Pencarian

Antara ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 10:16 WIB
5 Korban Kapal Tenggelam di Kupang Masih Hilang, SAR Persempit Lokasi Pencarian
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban Kapal Kasih 25 yang tenggelam di perairan Pukuafu, Kupang, NTT. (Foto: Antara)

KUPANG, iNews.id – Upaya pencarian korban kapal motor (KM) Kasih 25 yang tenggelam di perairan Pukuafu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur terus dilakukan tim SAR gabungan. Hingga, Rabu (8/7/2020), masih ada lima korban yang belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolong SAR Kupang, Emi Frizer mengatakan, pencarian terhadap lima korban dilakukan dengan mempersempit lokasi tenggelamnya kapal nahas tersebut setelah selama tiga hari menyisir sektor satu dan sektor dua.

"Hari ini kita persempit lokasi pencarian korban. Jadi nanti lokasi pencarian akan difokuskan di sektor tiga dan empat setelah sektor satu dan dua kami anggap sudah aman dari pencarian," kata Emi Frizer di Kupang, Rabu (8/7/2020).

Dia menjelaskan, alasan tim SAR mempersempit lokasi pencarian lima korban kapal tenggelam yang hilang itu karena wilayah sebaran dari objek yang mengapung di permukaan air, radiusnya sudah mendekati angka 240 nautical miles.

Menurut Frizer, dengan jarak demikian akan berisiko jika dijangkau semua mengingat kondisi laut yang kurang bersahabat. sehingga membutuhkan upaya yang sangat luar biasa dan besar.

"Sementara kami memiliki keterbatasan fasilitas berupa armada yang tak bisa mengarungi kondisi laut dengan ketinggian ombak sampai empat meter seperti saat ini," kata dia.

Selain itu, kata dia, alasan mempersempit lokasi pencarian tersebut merujuk pada penanganan-penanganan kecelakaan laut sebelumnya, yakni di tempat yang sama yakni di perairan Pukuafu.

Frizer menuturkan, paling banyak korban kapal tenggelam dan hilang kalau tidak terdampar, tubuh korban akan hanyut sampai ke ujung Pulau Semau, Pulau Kambing pesisir Otan atau juga kemungkinan ke Tablolong.

"Hasil penemuan jenazah kemarin menjadi titik terang untuk hari ini kami akan fokuskan ke wilayah sektor tiga dan empat, karena korban ditemukan di sektor tiga dalam keadaan mengapung," ujar dia.

Frizer juga menambahkan bahwa proses pencari lima korban yang masih hilang itu juga tidak hanya mengandalkan pencarian di laut, tetapi juga dari udara.

Pihak maskapai penerbangan Dominom Air telah berkomitmen untuk membantu pencarian melalui udara selama 30 menit sebelum melakukan penerbangan dari Kupang menuju Pulau Sabu.

Frizer mengatakan, operasi pencarian dilakukan secara maksimal paling lama tujuh hari.

“Apabila dalam tujuh hari tidak berhasil ditemukan, kemudian petunjuk atau tanda-tanda keberadaan korban minim, maka operasi pencariannya akan dihentikan,” ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki