415 Siswa SMP di Lebak Memilih Putus Sekolah dan Nikah Muda

Iskandar Nasution ยท Selasa, 08 Juni 2021 - 09:04:00 WIB
415 Siswa SMP di Lebak Memilih Putus Sekolah dan Nikah Muda
Kasus siswa putus sekolah di Lebak, Banten, cukup tinggi. Sebanyak 415 siswa SMP memilih putus sekolah untuk bekerja atau menikah. Foto: Istimewa

LEBAK, iNews.id - Gegara pandemi Covid-19, 415 siswa SMP di Lebak, Banten, memilih untuk putus sekolah dan menikah muda. Covid-19 memaksa siswa untuk belajar daring sehingga membutuhkan telepon seluler (ponsel) dan jaringan internet, sedangkan modal untuk membeli alat bantu itu tidak ada.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Lebak, Abdul Malik, membenarkan tingginya kasus siswa SMP yang putus sekolah. Dia membaginya dalam beberapa faktor namun yang paling dominan adalah lemahnya daya dukung orang tua.

"Masalah adanya siswa yang putus sekolah kurang lebih 415 siswa SMP di Kabupaten Lebak," kata Abdul Malik, Selasa (8/6/2021).

Siswa memilih putus sekolah untuk bekerja sehingga bisa membantu keluarga. Ada juga yang memilih menikah muda untuk meringankan beban orang tua.

"Jadi anak bisa ikut bekerja dengan orang tua atau keluarganya," tutur Abdul Malik.

Secara geografis, Lebak berada di wilayah perbukitan sehingga sulit pula untuk mengakses internet. Belum lagi jumlah keluarga miskin di Lebak masih tinggi, dan Dinas Pendidikan Lebak tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah kasus siswa putus sekolah.

Seorang siswa SMP Negeri 2 Sajira, Putri, mengakui adanya kasus putus sekolah di sekolahnya. Dia sangat menyayangkan seorang teman nya harus putus sekolah untuk menikah.

Tingginya angka siswa yang putus sekolah menambah ironi dunia pendidikan pada masa pandemi ini. Pada saat sekolah mulai mengadakan pembelajaran tatap muka, di wilayah lain malah kekurangan siswa karena dampak Covid-19.

Masalah ini turut menunjukkan persoalan pendidikan di daerah pelosok. Siswa tidak bisa mendapat fasilitas memadai untuk melanjutkan pendidikan.

Editor : Erwin C Sihombing