40 Petani Ditahan Gegara Tuduhan Pencurian Sawit, Kades Desak Penahanan Ditangguhkan

Antara · Sabtu, 14 Mei 2022 - 15:55:00 WIB
40 Petani Ditahan Gegara Tuduhan Pencurian Sawit, Kades Desak Penahanan Ditangguhkan
Polres Mukomuko menahan 40 petani yagn dituduh mencuri tandan buah sawit (TBS) milik perusahaan setempat. (Foto: ANTARA).

MUKOMUKO, iNews.id - Sebanyak 40 petani di Mukomuko, Bengkulu ditahan polisi karena tuduhan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Sejumlah kepala desa (kades) di Mukomuko mendesak polisi menangguhkan penahanan itu.

"Kami telah rapat dengan beberapa kepala desa dan kami sepakat mengajukan penangguhan penahanan warga yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pejuang Bumi Sejahtera (PPPBS) kepada polisi," kata Ketua Forum Kepala Desa Mukomuko, Dahri Iskandar, Sabtu (14/5/2022).

Dahri mengatakan, 40 petani itu ditahan oleh Polres Mukomuko karena dilaporkan PT Daria Dharma Pratama (DPP) mencuri sawit mereka.

Tak hanya mendesak kepada polisi untuk membebaskan 40 petani yang ditahan tersebut, para kepala desa berencana menyurati Gubernur Bengkulu untuk menyelesaikan konflik dengan PT DPP yang mengelola perkebunan sawit di daerah setempat.

Menurut Dahri, para kepala desa berharap pemerintah daerah turun tangan untuk menyelesaikan konflik agraria warga dengan perusahaan ini.

"Mereka membuka usaha di tempat kami, tetapi mereka juga yang menangkap warga kami," kata Dahri.

Sementara itu Kapolres Mukomuko AKBP Witdiardi mengatakan, polisi tak hanya mengamankan 40 petani yang diduga mencuri sawit PT DPP. Polisi juga menemukan alat panen sawit beserta handphone yang mengindikasikan pencurian ini terencana.

"Dalam kegiatan panen buah sawit ini terorganisasi. Ada yang mengajak. Dua dari 40 tersangka menggerakkan warga melalui pesan WhatsApp untuk panen buah sawit di atas lahan hak guna usaha milik perusahaan.

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: