4 Santriwati di Serang Dicabuli Pengasuh Ponpes, Korban Diiming-Imingi Jimat

Mahesa Apriandi ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 12:14 WIB
4 Santriwati di Serang Dicabuli Pengasuh Ponpes, Korban Diiming-Imingi Jimat
Perwakilan keluarga empat santriwati yang melaporkan kasus pencabulan oknum pengasuh ponpes di Polres Serang Kota, Selasa (28/7/2020). (Foto: iNews/Mahesa Apriandi)

SERANG, iNews.id – Empat santriwati melaporkan pengasuh pondok pesantren (ponpes) yang juga guru mengaji di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, ke Polres Serang Kota, atas kasus dugaan pencabulan. Mereka berharap polisi segera memproses hukum laki-laki berusia 50 tahun itu.

Perwakilan keluarga santriwati, Anton Daeng Harahap, empat santriwati itu mengaku dicabuli guru mengajinya berulang kali. Santriwati yang dicabuli peaku sudah belasan orang, termasuk empat orang yang akhirnya melaporkan kasus itu kepolisi didampingi keluarga. Dari beberapa korban, ada yang berusia 14 tahun, 15 tahun, hingga 21 tahun.

Menurut para korban, pengasuh ponpes tersebut melakukan aksi bejatnya terhadap belasan santriwati di sejumlah lokasi. Selain di dalam kendaraan, pelaku pernah mencabuli para korban di vila atau kamar khusus di pondok pesantren.

“Para korban ini mengaku disetubuhi oleh pelaku. Kejadiannya ada yang dua bulan, dan tiga bulan, hingga kami melaporkan ke polisi. Ada yang di mobil dan di vila. Korbannya juga anak di bawah umur hingga yang berusia 21 tahun,” kata Anton Daeng Harahap, Selasa (28/7/2020).

Perbuatan asusila tersebut dilakukan berulang kali oleh pelaku dengan modus mencari santriwati hingga ke pelosok daerah. Para korban diiming-imingi menjadi santriwati dan dikasih jimat. Para santriwati tersebut dijemput langsung ke rumah oleh pelaku untuk dibawa ke pondok pesantren.

“Si pelaku ini mengiming-imingi para korban jadi santriwati dan dikasih jimat. Dia sendiri yang menjemput para korban. Biasanya dia menjemput korban malam hari,” kata Anton Daeng Harahap.

Hingga saat ini, sudah empat korban santriwati yang melaporkan pelaku ke Polres Serang Kota. Polres Serang Kota masih menyelidiki kasus ini dan memanggil beberapa saksi hingga korban.

“Saat ini polisi masih mengusut kasus ini. Kami dari pihak keluarga maupun perwakilan keluarga korban atau warga, sudah 10 kali dipanggil oleh pihak kepolisian,” katanya.

Dia menambahkan, hari ini rencananya pelaku diperiksa polisi. Namun, informasi yang mereka peroleh dari penyidik, terlapor tidak hadir memenuhi panggilan polisi yang sudah kesekian kalinya. “Kami mewakili keluarga meminta keadilan dalam kasus ini,” ujarnya.

Sementara menurut keterangan orang tua korban, Nahrudi dan Samun, selama di ponpes, anaknya tidak mau mengakui pencabulan yang telah mereka alami dari pengasuh ponpes. Setelah satu tahun lebih menyantri, sang anak hanya menceritakan kegiatan selama di pesantren.

“Sampai detik ini anak kami tidak cerita. Kami tahu anak kami menjadi korban pencabulan karena ada laporan dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak dari Banten. Kami merasa kaget dan akhirnya memutuskan melaporkan ke polisi,” katanya


Editor : Maria Christina