4 Nelayan Asal Sultra Kembali Disandera Abu Sayyaf, Keluarga Hanya Bisa Pasrah

Andi Ebha ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 22:30:00 WIB
4 Nelayan Asal Sultra Kembali Disandera Abu Sayyaf, Keluarga Hanya Bisa Pasrah
Keluarga nelayan asal Buton, Sulawesi Tenggara yang disandera Abu Sayyaf di Filipina berharap pemerintah bisa membantu membebaskan keluarga mereka. (Foto: iNews/Andi Ebha)

BUTON, iNews.id – Insiden penyanderaan kembali menimpa nelayan asal Buton dan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Setelah tiga nelayan asal daerah itu baru bebas dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf, kini lima nelayan lagi-lagi diculik kelompok pemberontak asal Filipina.

Empat dari lima nelayan yang disandera itu merupakan warga Kabupaten Wakatobi dan Buton. Mereka diculik oleh kelompok pemberontak itu di Perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Adapun mereka yang diculik itu adalah kapten kapal pukat Arsyad Dahlan (41), La Baa (32), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29). Semuanya orang Indonesia yang bekerja di perusahaan perikanan berbasis di Sandakan, Sabah.

Keluarga korban sandera Abu Sayyaf, La Baa asal Buton mengaku terkejut dan hanya bisa pasrah anggota keluarganya disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Malaysia, Rabu (15/1/2020).

Mereka berharap pemerintah pusat segera bertindak untuk membebaskan La Baa dan empat rekannya agar bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

BACA JUGA: Abu Sayyaf Lagi-Lagi Sandera 5 WNI, Satu Pelaku Tewas Ditembak Tentara Filipina 

Kakak La Baa, Waini mengaku mengetahui La Baa disandera Abu Sayyaf setelah diberitahu dari seorang Babinsa Desa Kalemanta, Kecamatan Kapuntori, Kabupaten Buton. “Setelah mendengar adik saya (La Baa) disandera, orang tua kami terkejut dan shock,” katanya, Selasa (21/1/2020).

Waini mengaku keluarganya kebingungan mencari bantuan agar La Baa bisa dibebaskan. Saat ini, pihak keluarga telah mengurus membuatkan kartu tanda penduduk (ktp) milik La Baa. “Kami hanya bisa pasrah dan berharap bantuan kepada pemerintah pusat agar adik saya bisa segera dibebaskan,” katanya.

Dia menuturkan, La Baa telah pergi merantau sejak Juli 2019 sebagai nelayan di kapal penangkap ikan milik perusahaan di Malaysia. “Setelah bekerja di Malaysia, dia baru dua kali mengirimkan gajinya kepada orang tuanya,” ucapnya.

BACA JUGA: 2 WNI Sandera Abu Sayyaf Kembali Berkumpul Keluarga di Baubau, Samiun: Saya Senang, tapi Sedih 

Sebelumnya, enam gerilyawan komplotan Abu Sayyaf diketahui menculik lima nelayan Indonesia dari kapal pukat mereka di perairan paling timur Sabah di lepas pantai Lahad Datu, sekitar 10 menit dari kepulauan Tawi-Tawi di Filipina. Keenam pria bersenjata itu mengambil lima sandera dari delapan warga Indonesia di atas kapal pukat ikan di Sabah sebelum menuju ke perairan Filipina selatan.

Pasukan keamanan di bawah Komando Keamanan Sabah Timur diberi tahu tentang insiden tersebut oleh nelayan lain, pada Jumat (17/1/2020) sekira pukul 13.00 waktu setempat. Mereka segera melakukan operasi dan memberi kabar ke pihak Filipina.


Editor : Kastolani Marzuki