2 Petinggi King of The King Ditetapkan Tersangka Kasus Penyebaran Hoaks

Aimarani, Hasnugara ยท Jumat, 31 Januari 2020 - 13:36 WIB
2 Petinggi King of The King Ditetapkan Tersangka Kasus Penyebaran Hoaks
Suasana rumah petinggi King of The King, Syrus Manggu Nata, di Perumahan Dasana Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (31/1/2020). (Foto: iNews/Aimar Rani)

TANGERANG, iNews.id – Dua petinggi King of The King resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyebaran hoaks atau berita bohong. Penetapan tersangka ini setelah polisi melakukan gelar perkara kasus itu di Polres Metro Tangerang, Kamis (31/1/2020).

Informasi diperoleh, kedua tersangka, yakni Syrus Manggu Nata, yang menjabat sebagai Ketua dari Indonesia Mercusuar Dunia Wilayah Banten. Kemudian, Prapto, salah seorang petinggi King of The King di Kota Tangerang.

Sebelumnya polisi telah meminta klarifikasi terhadap tiga orang dan saksi ahli terkait pemasangan baliho King of The King di Jalan Benteng Betawi, tepat di depan Terminal Poris, Cipondoh, Kota Tangerang beberapa waktu lalu. Pasalnya, pemsangan baliho itu dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang, Ketua IMB wilayah Banten dan wilayah Tangerang sebagai terlapor. Statusnya sudah naik ke tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (30/1/2020).

Yusri Yunus sebelumnya menjelaskan, gelar perkara digelar untuk memastikan apakah kasus itu memenuhi unsur pasal yang disangkakan, yakni Pasal 14 dan Pasal 15 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong. Selanjutnya, polisi meningkatkan ke tahap penyidikan.

Sementara itu, pascaditetapkan sebagai tersangka, salah satu rumah petinggi King of The King, Syrus Manggu Nata, yang terletak di Perumahan Dasana Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, terlihat sepi, pada Jumat siang. Dari pantauan iNews, rumah tersebut tampak dikunci.

Ketua Rukun Tetangga setempat, Nurdin membenarkan Syrus dibawa oleh polisi keluar rumah pada Kamis malam dengan menggunakan mobil. Polisi juga membawa sejumlah berkas dokumen yang disinyalir menjadi barang bukti.

Menurut Nurdin, selama ini tidak ada warga setempat yang bergabung dengan Syrus dalam King of The King. Kalaupun ada yang datang ke rumah Syrus, mereka berasal dari luar wilayah itu.

“Sepengetahuan saya, kalau warga di sini enggak ada yang menjadi bagian dari King of The King. Yang datang ke rumah Syrus itu warga dari luar perumahan ini,” ujar Nurdin.


Editor : Maria Christina