Kerajaan King of The King Bikin Heboh Warga Tangerang, Polisi Periksa 3 Orang

Hasnugara ยท Kamis, 30 Januari 2020 - 16:02 WIB
Kerajaan King of The King Bikin Heboh Warga Tangerang, Polisi Periksa 3 Orang
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan terkait gelar perkara yang dilakukan pascapenemuan baliho King of The King di Kota Tangerang, Banten, Kamis (30/1/2020). (Foto: iNews/Hasnugara)

TANGERANG, iNews.idBaliho King of The King yang terpasang di jalan di Kota Tangerang, Provinsi Banten, menghebohkan warga beberapa hari terakhir. Menyikapi kemunculan spanduk yang dinilai menimbulkan keresahan itu, Polres Metro Tangerang telah meminta keterangan dari tiga pengurus organisasi dan saksi ahli.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, polisi telah meminta klarifikasi karena pemasangan baliho King of The King di Jalan Benteng Betawi, tepat di depan Terminal Poris, Cipondoh, Kota Tangerang beberapa waktu lalu, dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Sampai dengan saat ini, sudah sekitar tiga orang yang kami lakukan klarifikasi mengenai King of The King, menyangkut masalah pemasangan baliho di Cipondoh yang memang telah mengganggu kamtibmas. Kami juga meminta keterangan dari saksi ahli,” kata Yusri Yunus di Tangerang, Kamis (30/1/2020).

Yusri mengatakan, setelah meminta keterangan dari pengurus dan saksi ahli, Polres Metro Tangerang berencana melanjutkan kasus itu ke tingkat gelar perkara. Polisi ingin memastikan apakah kasus itu memenuhi unsur pasal yang disangkakan, yakni Pasal 14 dan Pasal 15 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong. Selanjutnya, polisi bisa saja meningkatkan ke tahap penyidikan.

“Mudah-mudahan hari ini sudah gelar perkara untuk bisa mengetahui apakah ada unsur-unsur yang dipersangkakan di sini. Kalau memang nantinya alat bukti cukup dan memenuhi unsur pasal 14 dan Pasal 15 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong, kami akan tingkatkan ke penyidikan,” katanya.

Diketahui, dalam baliho tersebut terdapat nama Pimpinan Ketua Umum IMD Juanda, Pimpinan Provinsi Banten Syrus Manggu Nata, Wakil Pimpinan Provinsi Banten Fitriadi, dan perwakilan di Kota Tangerang Prapto.

Sejauh ini, penyebaran baliho King of The King diketahui masih di sekitar Banten. Spanduk tersebut sebelumnya ditemukan terpampang di Jalan Benteng Betawi, tepat di depan Terminal Poris, Cipondoh, Kota Tangerang. Karena membuat warga resah, petugas Satpol PP dan polisi mencabut baliho dari jalan.

Petugas Satpol PP Tangerang dan Polres Metro Tangerang melepaskan baliho King of The King yang terpasang di depan Terminal Poris, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. (Foto: iNews/Hasnugara)
Petugas Satpol PP Tangerang dan Polres Metro Tangerang melepaskan baliho King of The King yang terpasang di depan Terminal Poris, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. (Foto: iNews/Hasnugara)

Polisi juga masih mendalami penyebaran baliho yang meresahkan tersebut. Apalagi, warga juga masih dihebohkan dengan kemunculan Sunda Empire dan Kerajaan Agung Sejagat. “Kami masih mendalami semua. Polsek-polsek di daerah Tangerang juga ikut menangani. Kalau memang menemukan, segera dilepaskan karena mengganggu,” ujarnya.

Baliho besar King Of The King yang terpasang sudah dua minggu itu sempat menghebohkan warga Kota Tangerang karena dalam spanduk terdapat foto Presiden Soekarno. Selain itu, ada lukisan Nyi Roro Kidul dan foto para pengurus. Di samping itu yang tak kalah menghebohkan, ada tulisan yang menyebutkan akan melunasi utang negara pada bukan Maret 2020.


Editor : Maria Christina