2 Pemandu Wisata Perkosa Bule Meksiko saat Mabuk Miras di Lombok Timur

Ramli Nurawang ยท Rabu, 18 Maret 2020 - 18:53 WIB
2 Pemandu Wisata Perkosa Bule Meksiko saat Mabuk Miras di Lombok Timur
Petugas Satreskrim Polres Lombok Timur menginterogasi kedua pemandu wisata pelaku pemerkosaan di Mapolres Lombok Timur, Provinsi NTB, Rabu (18/3/2020). (Foto: iNews/Ramli Nurawang)

LOMBOK TIMUR, iNews.id - Seorang pemandu wisata atau tour guide seharusnya menjaga keselamatan wisatawan. Namun, kelakuan dua tour guide di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tengga Barat (NTB), ini malah sebaliknya.

Kedua pemandu wisata tega memperkosa bule Meksiko yang sedang berlibur di Desa Tete Batu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ulah dua pria ini mencoreng pariwisata Lombok Timur.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Yogi Purusa Utama mengatakan, kedua pelaku masing-masing berinisial SN (29), dan JI (28). Kedua pelaku melakukan aksi bejatnya pada Jumat lalu, setelah keduanya minum minuman keras bersama korban SM (37), di sebuah bungalow.

Karena dalam keadaan mabuk, kedua pelaku kemudian membawa korban ke dalam kamar. Kedua pelaku lalu memperkosa korban secara bergantian.

Korban SM yang juga mabuk baru sadar dirinya sedang diperkosa saat melihat SN. Korban berusaha melawan dan mendorong SN keluar dari kamar. Korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke Mapolres Lombok Timur pada Senin, 16 Maret lalu.

"Saat kejadian, korban dan kedua pelaku yang merupakan guide, memang baru minum-minum. Kedua pelaku memanfaatkan kondisi korban yang sedang tidak sadarkan diri hingga akhirnya korban sadar dan melawan. Korban kemudian melapor ke polisi," Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, Rabu (18/3/2020).

Saat ini kedua pelaku meringkuk di ruang tahanan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu sprei dan rok panjang yang digunakan korban saat kejadian.

"Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 285 KUHP juncto Pasal 286 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 12 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Lombok Timur.


Editor : Maria Christina