2 Kali Mangkir, Wabup Bengkalis Muhammad Akan Dijemput Paksa Polda Riau

Antara ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 19:01 WIB
2 Kali Mangkir, Wabup Bengkalis Muhammad Akan Dijemput Paksa Polda Riau
Suasana Gedung Reskrimsus Polda Riau di Pekanbaru. (Foto: Antara)

PEKANBARU, iNews.id – Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis Muhammad sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Pemeriksaan tersebut terkait statusnya sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pipa transmisi PDAM.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, ketidakhadiran Muhammad pada panggilan kedua, Senin (10/2/2020), tanpa disertai keterangan. Untuk itu, penyidik akan kembali menjadwalkan pemeriksaan ulang disertai dengan surat perintah penjemputan paksa.

“Kami lakukan sesuai prosedur hukumnya saja. Surat panggilan disertai dengan surat perintah membawa,” kata Sunarto, di Pekanbaru, Senin (10/2/2020).

Status tersangka Muhammad terkuak setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menyebutkan telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) perkara dugaan korupsi pipa transmisi PDAM senilai Rp3,4 miliar dengan mencantumkan nama wakil Bupati Bengkalis, Muhammad. SPDP itu diterima Kejari pada 3 Februari 2020 kemarin.

“Kalau sudah SPDP berarti sudah tersangka,” kata Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau Hilman Azizi.

Hilman menjelaskan SPDP itu dikirimkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau setelah dua bulan sebelumnya kedua penegak hukum itu melaksanakan gelar perkara di gedung Kejati Riau.

Kejati Riau memberikan saran agar sejumlah nama yang disebut Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru terlibat dalam perkara itu, termasuk Muhammad, diusulkan untuk ditindaklanjuti. Polda Riau mengirimkan SPDP dengan inisial M sebagai tersangka.

Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Mia Amiati sebelumnya juga memaparkan mengenai penetapan Muhammad sebagai tersangka. “Terungkap di persidangan adanya peran serta dari wakil (wakil Bupati Bengkalis) itu ya. Akhirnya dijadikan tersangka sekarang,” kata Mia.

Dalam perkara ini, majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru sebelumnya pada pertengahan 2019 menjatuhkan vonis kepada tiga terdakwa dugaan korupsi pipa transmisi di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Ketiganya, yakni Direktur PT Panatori Raja, Sabar Stevanus P Simalongo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Edi Mufti BE dan konsultan pengawas proyek, Syahrizal Taher. Ketiganya terbukti merugikan negara Rp2,6 miliar lebih.


Editor : Maria Christina