2 Harimau Sumatera Berkeliaran di Kawasan PT SBP Pelalawan, BBKSDA Turunkan Tim

Antara ยท Kamis, 27 Februari 2020 - 02:30 WIB
2 Harimau Sumatera Berkeliaran di Kawasan PT SBP Pelalawan, BBKSDA Turunkan Tim
Harimau yang masuk ke kotak perangkap di Kabupaten Muara Enim (Antara)

PEKANBARU, iNews.id – Dua ekor harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) berkeliaran di kawasan perusahaan PT Surta Bratasena Plantation (SBP) di Kabupaten Pelalawan, Riau. Kemunculan dua ekor binatang buas itu mengagetkan operator alat berat.

Humas BBKSDA Riau Dian Indriati mengatakan, BBKSDA menerima laporan dari PT SBP bahwa pada 24 Februari 2020 sekitar pukul 20.15 WIB, operator alat berat perusahaan melihat langsung dua ekor harimau sumatera (panthera tigris sumatrae). Lokasinya di areal Blok T6 Afdeling 3, antara Desa Sorek 2 dan Desa Tarantang Manuk.

Penjaga alat berat yang bernama Ibas dan Doni telah melihat dua ekor harimau atau satwa belang tersebut.

“Keduanya segera melapor kepada koordinator pengamanan PT. SBP yang menurunkan tim patroli saat itu juga untuk melakukan penyisiran, namun tidak mendapatkan hasil. Pihak perusahaan melaporkan kejadian itu, Camat Pangkalan Kuras yang segera meneruskan kejadian tersebut ke BBKSDA Riau," katanya, Rabu (26/2/2020).

Setelah berkoordinasi, tim mitigasi bersama petugas keamanan serta seorang manajer dari PT SBP langsung melakukan pengecekan dan observasi di PT BPS.

Namun di lokasi tersebut tidak ditemukan jejak harimau karena kemungkinan jejak tersebut sudah terlindas oleh kendaraan mobil karena temuan jejak tersebut di jalur kendaraan. "Tim meminta agar jangan ada aktivitas di sekitar TKP sampai selesai kegiatan mitigasi," ujar Dian.

Dia mengatakan, tim kembali ke PT SBP untuk penanganan selanjutnya, yaitu berupa observasi dan mitigasi secara lebih lengkap dengan didampingi pihak perusahaan, babhinkabtibmas dan babinsa Desa Sorek 2.

Ada tiga kegiatan utama yang direncanakan di lapangan, yaitu observasi, edukasi dan mitigasi tindak lanjut. Selain itu tim sekalian melakukan patroli sapu jerat yang bisa melukai satwa.

"Tim juga melakukan sosialisasi dengan membagikan brosur kiat-kiat menghindari konflik dengan harimau sumatera dan memasang spanduk larangan memasang jerat," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki