2 Bulan Jual Sabu, Guru SD di Tanggamus Ditangkap Polisi

Indra Siregar ยท Jumat, 28 Agustus 2020 - 17:37:00 WIB
2 Bulan Jual Sabu, Guru SD di Tanggamus Ditangkap Polisi
EA (24), guru honorer di salah satu SD di Kota Agung Timur diperiksa penyidik Satresnarkoba Polres Tanggamus, Jumat (28/8/2020). (Foto: iNews/Indra Siregar)

TANGGAMUS, iNews.idGuru honorer di salah satu SD Kota Agung Timur, ditangkap petugas Satresnarkoba Polres Tanggamus Lampung karena diduga mengedarkan narkoba jenis sabu. Tersangka berinisial EA mengaku sudah dua bulan terakhir menjual barang haram itu dan juga mengonsumsinya.

“Tersangka ditangkap saat berada di rumahnya di Pekon Tanjung Jati, Kota Agung Timur, Rabu (26/8/2020) pagi,” kata Kasat Narkoba Polres Tanggamus AKP I Made Indra, Jumat (28/8/2020).

I Made Indra mengatakan, pengakuan tersangka EA, barang haram itu didapatkan dengan cara membeli dari rekannya yang juga berada di Kota Agung. Selain menjual sabu selama dua bulan terakhir, warga Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus itu juga mengaku menggunakan sabu sejak 2017.

Dalam penangkapan EA, petugas mengamankan satu pipa kaca atau pirek bekas pakai, satu alat isap sabu/bong, dan lima plastik klip ukuran sedang sisa pakai. Kemudian, dua plastik klip ukuran besar berisi plastik klip kosong, dua jarum suntik, dua korek api gas, satu bungkusan dan dua unit handphone.

“Barang bukti tersebut sebagian diamankan di kamar dan sebagian diamankan di ruang depan rumah tersangka,” katanya.

Saat ini tersangka dan barang bukti ditahan di Satresnarkoba Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut. Saat ini pihaknya masih masih melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap penyedia barang haram kepada tersangka.

“Tersangka dijerat Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara,” katanya.

Sementara EA saat diperiksa polisi mengatakan, dia menjual sabu agar bisa mendapatkan uang kembali membeli dan mengonsumsi barang haram itu. Dengan sambil berjualan sabu, dia mendapatkan uang untuk kembali membeli sehingga bisa memakai narkoba tanpa henti.

“Biar uangnya kembali, saya beli seharga Rp1 juta, saya mendapatkan lima paket. Satu paket dipakai dan empat paketnya dijual lagi seharga Rp1 juta. Jadi saya bisa pakai sabu tanpa uang habis,“ kata EA, Jumat (28/8/2020).

Menurut keterangan EA, pelanggan yang membeli sabu kepada dirinya orang-orang yang dia kenal. Mereka orang dewasa yang juga warga Kota Agung.

Editor : Maria Christina