Setelah mendapat laporan itu, kata dia, malamnya langsung lapor ke kepolisian dan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BB KSDA) Riau.
Berdasarkan informasi yang ia terima dari warga setempat, korban saat itu ditemukan oleh rekannya tak jauh dari lokasi korban diterkam.
Namun, harimau sudah kabur meninggalkan korban dengan kondisi bersimbah darah.
"Informasi terakhir yang saya terima, korban sudah dibawa ke tempat asal mereka semalam. Kami juga sudah melaporkan ke pihak terkait," ujarnya.
Sebelumnya, awal November 2022, BB KSDA Riau melaporkan dua harimau terekam kamera di kampung paling ujung Kabupaten Siak tersebut.
Hampir setahun yang lalu satu orang juga tewas diterkam harimau di kampung yang jarak tempuhnya 4-6 jam dari Sungai Apit.
Editor : Candra Setia Budi
Artikel Terkait