Kasus tersebut kini telah diserahkan kepada polisi setelah orang tua korban melaporkan kejadian itu karena tidak terima anaknya menjadi korban pengeroyokan.
Total terdapat 21 siswa yang terlibat dalam insiden tersebut, terdiri atas satu korban dan 20 siswa lainnya yang diduga melakukan pengeroyokan.
"Kami belum mengidentifikasi berapa jumlah pelaku dan saksi tapi untuk ikut secara keseluruhan berjumlah 20 orang," ucapnya.
Sementara itu, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Multazam, Kota Gorontalo. Korban mengalami trauma dan sejumlah luka lebam pada tubuhnya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait