Menurut laporan rumah sakit, seluruh fasilitas yang dikeluhkan sebenarnya tersedia dan sesuai standar. Sementara itu, pihak rumah sakit mengakui baru mengetahui masalah tersebut setelah video viral.
Direktur RSUD, Dokter Maslin, menyebut insiden terjadi karena petugas pengadaan perlengkapan operasi sempat tertidur sehingga permintaan dokter tidak segera diproses.
"Mereka melapor katanya ada rencana operasi empat tapi tidak ada bahasa Sito. Sito itu artinya darurat karena emergency. Kan dari 15 kita punya set yang masih seluruhnya lengkap dan sudah siap itu tinggal tujuh. Nah dari tujuh itu yang mereka konfirmasi kemarin itu yang sudah siap dua, limanya lagi proses sterilisasi. Mungkin ya, saya konfirmasi ke kepala gudangnya ketiduran," ucapnya.
Hingga kini, Dokter Ruhwati belum memberikan klarifikasi langsung kepada media maupun pihak rumah sakit. Melalui akun media sosialnya, dia meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera menindaklanjuti aduan terkait kondisi fasilitas medis di RSUD Dokter Baharuddin.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait