Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani, SSos, SH, MHan. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id  – Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani SSos, SH, MHan menorehkan babak penting dalam perjalanan panjang perusahaan pangan negara. Sejak dipercaya memimpin Bulog pada 3 Juli 2025, pengalaman panjangnya sebagai prajurit Korps Zeni dibawa menuju medan pengabdian baru menjaga pangan negeri. 

Bila dahulu tugasnya membuka jalan, membangun jembatan dan menyambungkan wilayah yang terputus, kini jembatan yang dibangun membentang dari sawah petani, penggilingan, gudang BULOG hingga akhirnya pangan sampai ke meja masyarakat. Ahmad Rizal tercatat sebagai lulusan Akademi Militer 1993 dengan latar belakang Zeni Tempur.

Perjalanan itu menjadi metafora kuat bagi transformasi pengabdiannya. Seorang prajurit Zeni ditempa untuk menemukan jalan ketika jalan seolah tertutup. Sementara di BULOG tantangannya adalah memastikan setiap bulir yang dihasilkan petani memiliki jalan menuju negara dan setiap cadangan yang dikelola negara memiliki jalan menuju rakyat. 

Disiplin, keberanian mengambil keputusan, kemampuan bergerak di lapangan dan kekuatan kolaborasi menjadi napas kepemimpinan yang dibawanya. Bagi Ahmad Rizal, pangan bukan semata persoalan tonase, gudang atau distribusi, melainkan mata rantai kehidupan yang menghubungkan jerih payah petani dengan kebutuhan jutaan keluarga Indonesia.

Jejak itu mulai terlihat kuat sepanjang 2025. Bulog mencatat pengadaan dalam negeri mencapai 3 juta ton setara beras tertinggi sejak BULOG berdiri pada 1968. Capaian tersebut menjadi fondasi penting menuju target yang jauh lebih besar pada 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa keberpihakan negara terhadap produksi dalam negeri dapat diwujudkan melalui penyerapan yang masif dan terorganisasi.

Puncak tinta emas itu kembali ditorehkan pada September 2026. Bulog berhasil menembus 4 juta ton pengadaan gabah dan beras dalam negeri setara beras, memenuhi 100 persen target pemerintah ketika tahun masih menyisakan sekitar tiga bulan. 

Angka tersebut sekaligus melampaui rekor dibandingkan tahun sebelumnya pada 2025 dan menjadi capaian pengadaan setara beras tertinggi sepanjang sejarah Bulog berdiri. Lebih dari sekadar memecahkan rekor, capaian 4 juta ton menunjukkan kemampuan Bulog memperbesar daya serap terhadap produksi petani dalam negeri, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah, sekaligus memberikan kepastian bahwa hasil kerja petani memiliki ruang yang semakin besar dalam sistem pangan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani, SSos, SH, MHan menyampaikan rasa syukur atas pencapaian selama mempimpin Bulog. Hal ini suatu yang membanggakan dengan tercapainya target bukan berarti langkah Bulog berhenti. 

Sesuai arahan pemerintah, penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri terus dilanjutkan untuk menjaga kekuatan cadangan pangan sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani.

"Kinerja pengadaan, penyaluran hingga keuangan yang kuat berjalan seiring dengan penguatan stok beras pemerintah. Sepanjang 2026, stok beras yang dikelola Bulog sempat berada di kisaran lebih dari 5 juta ton, level tertinggi yang pernah dicatat dalam sejarah pengelolaan stok Bulog.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2 3
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network