Korban sempat dibawa ke Klinik Pelabuhan Ciwandan dalam kondisi masih hidup untuk pemeriksaan awal, kemudian dirujuk ke RS Krakatau Medika guna mendapatkan penanganan intensif. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Saat ini, penanganan lanjutan dikoordinasikan antara pengurus armada truk Ratu Melati dan PBM PT Galuh Bandar Samudra. Pelindo Regional 2 Banten menyatakan siap bersikap kooperatif dan mendukung penuh aparat berwenang dalam proses pengumpulan data serta investigasi.
“Keselamatan setiap individu di area pelabuhan adalah prioritas utama kami. Melalui kejadian ini, Pelindo Regional 2 Banten kembali memberikan imbauan tegas kepada seluruh petugas operasional, mitra kerja, Perusahaan Bongkar Muat (PBM), dan pengguna jasa transportasi untuk secara ketat dan disiplin mematuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh area operasional pelabuhan demi mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang,” ucapnya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait