Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko menyampaikan keterangan terkait kasus siswa SD bunuh diri di Ngada dan pendampingan keluarga korban. (Foto: dok Polri)

KUPANG, iNews.id – Kasus siswa SD bunuh diri di Kabupaten Ngada menjadi perhatian Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Polisi bergerak cepat dengan menerjunkan tim konselor psikologi untuk memberikan pendampingan mental kepada keluarga korban, khususnya orang tua.

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengatakan, tim pendamping telah diberangkatkan ke Kabupaten Ngada untuk memberikan penguatan psikologis pascakejadian tersebut.

“Tim sudah ke Kabupaten Ngada hari ini dan memberikan pendampingan serta penguatan bagi keluarga korban,” kata Kapolda NTT di Kupang, Rabu (4/2/2026).

Tim konselor yang diterjunkan terdiri atas Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, Kasubbag Psipol Bagian Psikologi Biro SDM Kompol Prasetyo Dwi Laksono serta Bamin Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT Bripda Yoseph Alexander Rewo.

Kegiatan konseling dan pendampingan dijadwalkan berlangsung selama 5 hari, mulai Rabu 4 Februari hingga Minggu 8 Februari 2026. Pendampingan dilakukan di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerubuu, Kabupaten Ngada.

“Tim melakukan pembinaan dan pendampingan mental kepada keluarga korban,” ujar Kapolda NTT.

Irjen Rudi Darmoko menegaskan, kasus siswa SD bunuh diri ini menjadi atensi khusus jajaran Polda NTT. Setelah peristiwa tersebut, Kapolda juga menginstruksikan Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino untuk turun langsung menemui keluarga korban.

“Saya sudah perintahkan Kapolres Ngada ke kediaman orang tua korban,” kata Rudi.


Editor : Donald Karouw

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network