SIKKA, iNews.id – Duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga drh Alfonsius Albinus Mehan (35) di Wailiti, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dokter hewan ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tersebut gugur usai ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas kemanusiaan di Papua Pegunungan.
Keluarga korban tak kuasa menahan air mata saat menunggu proses pemulangan jenazah dari Wamena menuju kampung halamannya di Maumere.
9 Tahun Mengabdi di Wamena
Insiden penembakan tersebut terjadi pada Rabu (9/9/2026) lalu di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Saat itu, korban bersama dua rekan sejawatnya tengah bertugas menyalurkan bantuan pangan dan bibit ternak bagi masyarakat setempat.
Mendiang drh Alfonsius diketahui telah mengabdi di Wamena selama kurang lebih sembilan tahun. Di mata keluarga, korban dikenal sebagai sosok anak yang santun, pekerja keras, dan selalu menjaga komunikasi dengan sang ibu di Sikka meski terpisah jarak.
Kabar duka tersebut pertama kali diterima oleh ibu kandung korban, Maria Sukartiyam, melalui kerabat keluarga di Kupang. Kepergian almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki yang baru berusia lima tahun.
"Mendiang ini anak yang sangat baik dan rajin bekerja. Bahkan sebelum gugur, masih sempat memikirkan dan memastikan penyaluran bantuan untuk masyarakat Flores yang terdampak bencana," tutur Maria Sukartiyam meratapi kepergian sang putra, Jumat (11/9/2026).
Tragedi ini memicu reaksi keras dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengecam tindakan brutal kelompok bersenjata yang menargetkan petugas pelayanan publik dan kemanusiaan.
"Pemerintah Kabupaten Sikka mengecam keras aksi penembakan ini. Kami meminta negara mengambil langkah tegas untuk mengusut serta menyelesaikan penanganan kekerasan bersenjata di Papua," kata Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait