Bantuan tersebut tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan mendesak. BAZNAS dan KSrelief juga menyiapkan penyaluran bantuan tahap kedua yang akan difokuskan pada penyediaan fasilitas kesehatan, hunian sementara (huntara), serta sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Selain pemulihan kebutuhan dasar, BAZNAS turut memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa asal NTT yang merantau. Lembaga tersebut mengalokasikan beasiswa sebesar Rp3 juta per orang untuk 3.000 mahasiswa.
Idy berharap bantuan dari berbagai pihak dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu para penyintas bangkit dari dampak bencana.
"Kepada para penyintas, kami menyampaikan bahwa BAZNAS akan membantu semampunya dan kami juga mengapresiasi adanya bantuan, termasuk dari KSrelief dan berbagai pihak lainnya. Kami berharap para penyintas tetap bersabar dalam menghadapi kondisi ini, insyaallah bantuan akan terus datang dan semoga dapat membantu meringankan beban masyarakat," ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, BAZNAS berharap proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT dapat berjalan lebih cepat, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan tempat tinggal, kesehatan, dan pendidikan.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait