Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina menjelaskan, di lahan otorita akan dibangun sebanyak empat zona.
Zona pertama, kata dia merupakan zona kultural yang akan menjadi pusat budaya, riset, area UMKM dan ada kawasan untuk pengembangan museum, galeri dan lainnya.
"Zona kedua, leasure Distrik, di situ ada spa Dan wellness tourism dan lainnya dan ketiga Wildlife Distrik, di situ ada mini zoo, edukasi tentabg Cagar biosfer Komodo. Kawasan ini akan dikembangkan jadi landmark of cagar biosfer Komodo," katanya.
Dia mengungkapkan, zona keempat merupakan zona adventure distrik, terdapat outdoor activity, jogging track dan aktivitas lainnya yang memberikan alternatif bagi wisatawan selama di Labuan Bajo.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung menilai, potensi pariwisata dan lahan hutan di Labuan Bajo sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pariwisata yang berkelas dunia.
Selain mengagumi keindahan alam Labuan Bajo, dia juga optimistis Kemenparekraf dan BPOLBF dapat mengembangkan potensi pariwisata di Labuan Bajo.
"Saya berharap semua yang terbaik untuk Kemenparekraf dan tim untuk membangun pariwisata Labuan Bajo menjadi pariwisata berkelas dunia," ucapnya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait