SIKKA, iNews.id - Ratusan warga Desa Nangahele, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa masih enggan kembali ke rumahnya. Mereka yang masih trauma memilih tidur di atas bukit kebun-kebun warga beralaskan daun pisang.
Setidaknya terdapat 224 kepala keluarga atau 730 jiwa yang terdiri atas
orang dewasa 436 anak-anak 246
balita 78 orang yang mengungsi. Para pengungsi itu pun membangun tempat untuk memasak seadanya.
Apabila ketersediaan makan habis, mereka kembali lagi ke Kampung Nanghale untuk menyiapkan makanan tambahan untuk beberapa hari ke depan. Sementara itu, sebagian warga masih tidur beralaskan daun pisang. Mereka mengaku hingga saat ini belum ada bantuan apa pun dari pemerintah kabupaten Sikka.
"Yang paling kami butuhkan itu jelas makanan kemudian minum. Kalau ada tikar ya pakai tikar, kalau enggak ada ya pakai daun pisang," ucap warga Trsnawati, Jumat (17/12/2021).
Sementara itu, Kepala Desa Nanghale, Sahanudin menjelaskan dari total 1.127 kepala keluarga. Sebagian warga ini masih enggak kembali ke rumah karena traum tragedi serupa di tahun 1992.
"Mereka itu enggak mau kembali ke rumah karena masih trauma tragedi dulu Desember 1992," kata Sahanudin.
Saat ini, warga yang mengungsi di kebun warga berjumlah 224 kepala keluarga.
Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait