Selain digunakan sebagai akses pendidikan, jalan tersebut menjadi jalur warga untuk menuju lahan pertanian dan menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat longsor terjadi, tidak ada warga yang sedang melintas di titik jalan yang amblas.
Setelah menerima laporan, Kapolsek Bojong Iptu Edi Rumana bersama personel Polsek Bojong, Babinsa Koramil Bojong, dan Muspika Kecamatan Bojong mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi jalan.
Petugas kemudian melakukan dokumentasi dan memasang garis polisi di sekitar lokasi longsor. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait untuk menentukan penanganan selanjutnya.
Kapolsek Bojong Iptu Edi Rumana mengingatkan warga agar tidak mendekati bibir longsoran karena kondisi tanah masih labil.
"Kami sudah cek TKP bersama Muspika, kami sudah pasang Police Line, dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan Muspika untuk penanganan lebih lanjut. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Edi.
Sementara waktu, warga diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Desa Sodong, Kecamatan Saketi hingga jalan yang terdampak dapat diperbaiki.
"Kami mengimbau warga untuk tetap berhati-hati dan waspada, serta tidak memaksakan diri melintas di bibir longsor. Untuk sementara, warga kami imbau menggunakan jalan alternatif melalui Desa Sodong, Kecamatan Saketi, sampai ada perbaikan dari pihak terkait," ujarnya.
Polsek Bojong telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pandeglang, Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Desa Geredug, dan Kecamatan Bojong untuk penanganan darurat serta rencana perbaikan.
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut karena akses ini memiliki peran penting bagi kegiatan pendidikan, pertanian, dan perekonomian masyarakat.
Hingga Senin (5/10/2026), titik longsor masih dipasangi garis polisi. Warga juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait