PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyiapkan pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp1 triliun untuk mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham. (Foto: Istimewa).

Dari sisi kinerja keuangan, BRI membukukan laba bersih Rp31,2 triliun hingga akhir triwulan II 2026. Total aset perseroan tumbuh 11,7 persen secara tahunan menjadi Rp2.352 triliun.

Pada periode yang sama, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 6,7 persen menjadi Rp1.581 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.

Kinerja tersebut didukung oleh posisi permodalan dan likuiditas yang kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BRI tercatat sebesar 21,5 persen, sedangkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio/LDR) berada di level 90,8 persen.

Menurut Dhanny, kondisi tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk menjalankan fungsi intermediasi sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.

“Ke depan, BRI akan tetap berfokus pada penguatan kinerja bisnis dan mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan fundamental dan permodalan yang kuat, kami optimistis BRI memiliki ruang untuk terus bertumbuh serta memberikan hasil yang optimal bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network