Dia menyatakan, program tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat Kabupaten Madiun tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi peserta.
“Prinsipnya masyarakat Kabupaten Madiun. Kami tidak memilah berdasarkan faktor sosial. Siapa saja yang ingin mengikuti khitanan massal kami layani,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Purnomo juga mengungkapkan berbagai rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, yang dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Selain khitanan massal, Pemkab Madiun menggelar kegiatan Sepasar ing Madiun atau Sepasma, yang berlangsung di tiga lokasi berbeda. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan budaya, kearifan lokal, sekaligus mempromosikan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah,” tuturnya.
Dia meyakini, kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hal itu dibuktikan saat pembukaan di Sareng, jumlah pengunjung membludak dan transaksi UMKM menunjukkan hasil yang menggembirakan.
“Saya sempat bertanya kepada salah satu pelaku UMKM, dan mereka mengaku dalam satu malam sudah mencatat penjualan sekitar Rp2 juta. Ini menunjukkan potensi ekonomi masyarakat sangat besar,” ucapnya.
Dirinya berharap seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kreativitas masyarakat.
“Sekaligus memperkuat kesejahteraan warga melalui pengembangan UMKM dan pelestarian budaya lokal,” tuturnya.
Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait