"Kami masih mendalami penyebab pasti kebakaran. Namun, material bangunan yang semi permanen memang sangat mempercepat rambatan api sehingga sulit dikendalikan secara manual," kata Ipda Munardin.
Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah ini, dampak ekonomi yang ditimbulkan sangat besar. Total kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Kini, para pedagang hanya bisa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, baik untuk bantuan modal usaha maupun penyediaan armada pemadam kebakaran yang lebih sigap di wilayah Kecamatan Tongkuno agar kejadian serupa tidak terus terulang.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait