Berdasarkan estimasi sementara di lapangan menggunakan GPS, luas lahan terbakar di Desa Titi Akar mencapai sekitar 200 hektare. Sedangkan di Desa Merbau, Pelalawan, luas kebakaran diperkirakan mencapai 700 hektare.
Meski demikian, data tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut menggunakan citra satelit untuk memastikan luas area terdampak secara akurat.
Ferdian menegaskan, sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satgas Karhutla daerah akan terus diperkuat. Dukungan operasi modifikasi cuaca menjadi kunci dalam mempercepat penanganan karhutla di Riau.
Karhutla Riau ini menjadi perhatian serius karena dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Upaya pemadaman terus digencarkan agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lain.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait