Danru 2 Daops Bukit Tempurung, Pandi Punaya menyebut, keterbatasan air, angin kencang, dan akses jalan di lahan gambut menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
"Kedala kita di lapangan yang pertama, sulitnya sumber air yang mengering, akses jalan gambut hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua dan jalan kaki menuju ke titik api. Angin cukup kencang sehingga penjalaran api cukup cepat merambat," ujar Pandi di lokasi.
Untuk mengatasi keterbatasan air, Satgas Karhutla Jambi berharap ada pembangunan sumur bor di lokasi kebakaran. Ketersediaan sumber air di dekat titik api diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman.
Berdasarkan data sementara Satgas Karhutla Jambi, luas lahan yang terbakar di sejumlah kabupaten di Jambi hampir mencapai 5.000 hektare. Ratusan titik panas juga masih terdeteksi di wilayah tersebut.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait