Tim gabungan sebelumnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan sejumlah barang bukti. Hasil pemeriksaan ilmiah tersebut akan menjadi petunjuk penting dalam mengungkap pelaku.
“Saya dan tim akan membuat satu kesimpulan dan kami mengharapkan peran serta masyarakat untuk memberikan informasi apabila ada informasi pelaku,” ujarnya.
Diketahui, kematian gajah Sumatera tersebut pertama kali diketahui pada Senin (2/2/2026) malam. Bangkai gajah ditemukan di area konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.
Gajah itu ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dengan luka tembak di bagian kepala. Sejumlah bagian kepala, termasuk belalai dan gading, diketahui hilang. BKSDA Riau menduga kuat kejadian tersebut berkaitan dengan praktik perburuan liar.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait