CILEGON, iNews.id – Isu kenaikan harga BBM non-subsidi memicu aksi borong (panic buying) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Cilegon, Banten, Selasa (31/3/2026). Ratusan kendaraan tampak mengantre panjang hingga menutupi lajur utama jalan raya.
Pantauan di lokasi, kepadatan mulai terjadi sejak siang menjelang sore hari. Kendaraan roda dua maupun roda empat berdesakan masuk ke area SPBU, yang mengakibatkan arus lalu lintas di sekitarnya tersendat.
Lonjakan antrean ini dipicu oleh informasi yang beredar luas di media sosial terkait potensi kenaikan harga BBM non-subsidi.
Isu tersebut dikaitkan dengan ketegangan konflik di Timur Tengah yang terus memanas, yang diprediksi akan berdampak pada harga minyak mentah dunia.
Warga yang khawatir akan lonjakan harga tersebut memilih untuk mengisi penuh tangki kendaraan mereka sebelum pergantian hari.
Kondisi ini dikeluhkan oleh para pengguna jalan dan pengemudi yang terjebak antrean. Salah seorang pengemudi mobil, Arifin, menyatakan keberatannya jika isu kenaikan tersebut benar-benar terealisasi dalam waktu dekat.
"Kami dengar kabar dari medsos kalau harga mau naik sore atau malam ini. Makanya langsung antre. Harapannya pemerintah jangan menaikkan harga dulu, kondisi ekonomi sekarang lagi susah dan tak menentu," ujar Arifin saat ditemui di tengah antrean SPBU.
Akibat antrean yang memanjang hingga ke jalan raya, petugas kepolisian dan pihak keamanan SPBU tampak sibuk mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan total. Satu lajur jalan di depan SPBU praktis tidak bisa digunakan secara maksimal karena tertutup deretan kendaraan yang mengantre.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pemerintah tak menaikkan harga BBM bersubsidi maupun nonsubsidi pada April 2026. Dia mengimbau masyarakat tak panik membeli BBM.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait