RSUD Umbu Rara Waingapu, Sumba Timur, NTT dilaporkan ke polisi atas dugaan malapraktik terhadap bayi yang baru lahir melalui operasi sesar. (Foto: iNews)

WAINGAPU, iNews.idKasus dugaan malapraktik di RSUD Umbu Rara Meha Wangipau, Kabupaten Sumba Timur, NTT berbuntut panjang. Keluarga Arnoldus Hapu Hunggu melaporkan kasus tersebut ke polisi setelah bayi yang baru lahir mengalami patah tulang paha usai operasi sesar.

Didampingi Aliansi Masyarakat Peduli Sumba Timur (AMPST), pihak keluarga melaporkan kejadian itu ke Polres Sumba Timur untuk menelusuri apakah terdapat unsur kelalaian atau malapraktik dalam penanganan medis tersebut.

Ketua AMPST, Ricky Prihatin Core, menegaskan perlunya transparansi dari pihak rumah sakit. "Harus ada penjelasan terbuka. Mengapa ada rentang waktu yang lama dari saat rujukan hingga operasi, dan apa penyebab pasti patah tulang tersebut," katanya, Senin (11/5/2026). 

Keluarga mengaku terkejut saat melihat kondisi fisik bayi laki-laki tersebut tidak normal sesaat setelah persalinan. Kekhawatiran itu terbukti setelah hasil rontgen menunjukkan adanya patah tulang paha yang cukup serius. 

Arnoldus menceritakan bahwa istrinya merupakan pasien BPJS yang dirujuk dari Puskesmas Nggoa pada Kamis (7/5/2026) malam pukul 20.00 WITA. Berdasarkan surat rujukan, bayi dalam kandungan tersebut mengalami lilitan tali pusat sehingga memerlukan penanganan darurat. 

Meski sudah berada di ruang kebidanan sejak malam, tindakan operasi sesar baru dilakukan pada Jumat siang. Bayi tersebut lahir dengan berat badan 3,42 kilogram dan panjang 51 sentimeter, namun dalam kondisi kaki yang memprihatinkan. 

"Kami sangat sedih, ini putra pertama kami. Kami mempertanyakan mengapa operasi baru dilakukan keesokan harinya dan bagaimana prosedur persalinannya sampai kaki anak saya patah," ujar Arnoldus.

RSUD Umbu Rara Meha Siap Bertanggung Jawab

Pihak manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Umbu Rara Meha, Samuel Lay Riwu, menyebutkan bahwa kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di rumah sakit tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network