Mahasiswa memandang, di saat program itu berjalan, masih banyak nasib guru dan tenaga kependidikan yang diabaikan tanpa adanya perhatian maksimal dari pemerintah.
Mahasiswa berharap DPRD Sulawesi Tenggara tidak tinggal diam dan dapat segera menindaklanjuti tuntutan ini melalui fungsi pengawasan kedewanan, baik untuk diteruskan ke pemerintah pusat maupun dievaluasi di tingkat pemerintah daerah.
Meski sempat diwarnai ketegangan fisik dan adu urat syaraf di depan gerbang, massa aksi akhirnya melunak. Unjuk rasa tersebut berakhir dalam keadaan aman dan kondusif dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian gabungan bersama Satpol PP Sultra.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait