"Kami minta Kejati tidak tebang pilih. Peran KPA sangat sentral dalam kerugian negara pada proyek Jembatan Cirauci ini," kata Saleh Salehudin, salah satu koordinator aksi.
Sebelum kericuhan pecah, massa aksi sempat melakukan aksi teatrikal sebagai simbol matinya keadilan. Mereka meletakkan keranda mayat, melepas sejumlah tikus, hingga menyembelih ayam di depan gerbang kantor Kejati Sultra.
Aksi ini disebut sebagai representasi ketidakpercayaan mahasiswa terhadap integritas penegak hukum dalam menangani kasus korupsi di Sulawesi Tenggara.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait