Kepulan asap kuning dari PT Vopak Cilegon membuat puluhan warga sesak napas. (Foto: inews)

Pihak perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas keresahan yang terjadi dan berkomitmen untuk mengevaluasi prosedur kerja agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

DLH Cilegon Pasang 4 Alat Pemantau Udara

Menanggapi keluhan warga mengenai bau menyengat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon bergerak cepat dengan menerjunkan tim teknis ke lokasi sekitar pabrik. 

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin mengatakan, telah memasang empat titik alat pemantau kualitas udara di pemukiman warga yang terdampak. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi masyarakat. 

"Kami telah memasang empat alat pemantau udara untuk memonitoring kandungan gas di sekitar lokasi. Alat ini akan menunjukkan apakah asap yang keluar tersebut mengandung zat berbahaya atau masih dalam batas aman bagi pernapasan manusia," ujar Sabri. 

Pantauan di lokasi pada Minggu pagi, aktivitas masyarakat di sekitar pabrik penyimpanan bahan kimia tersebut terpantau mulai kembali normal. Meski rasa waswas masih menyelimuti, warga berusaha tetap tenang sembari menunggu hasil resmi uji laboratorium dari DLH. 

"Kami masih khawatir, tapi ya mau bagaimana lagi, kami tinggal di sini. Kami berharap hasilnya segera keluar agar kami tahu apakah udara di sini benar-benar aman," ungkap salah seorang warga setempat. 


Editor : Kastolani Marzuki

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network