Perum BULOG memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian untuk menyerap surplus jagung petani dan menjaga ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak ayam petelur. (Foto: Istimewa).

Dia juga menekankan peran BULOG dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga jagung, terutama ketika produksi melimpah atau kebutuhan pakan meningkat.

“Ketika produksi jagung melimpah, hasil panen petani harus tetap memiliki pasar. Di sinilah BULOG kita siapkan sebagai penyangga yang dapat menyerap kelebihan produksi, mengelola cadangannya, dan menyalurkannya kembali ketika peternak membutuhkan. Kita dahulukan kepentingan petani dan peternak Indonesia agar keduanya terlindungi dan usaha mereka terus berjalan,” ucapnya.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan perusahaan menjalankan peran tersebut melalui mekanisme pengadaan, pengelolaan stok, dan distribusi yang terintegrasi sesuai penugasan pemerintah.

“BULOG siap menjalankan peran sebagai penyangga pasokan jagung nasional sesuai penugasan pemerintah. Kami ingin memastikan bahwa ketika petani menghasilkan produksi yang melimpah, ada mekanisme penyerapan yang memberikan kepastian pasar,” kata Ahmad Rizal.

Menurutnya, pengelolaan cadangan jagung tidak hanya bertujuan menyerap hasil panen, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Jagung yang diserap dari petani dalam negeri dapat disimpan dan disalurkan kembali melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sesuai ketentuan pemerintah.

“Yang ingin kita bangun adalah sistem yang saling menguatkan. Jagung hasil produksi petani dalam negeri diserap dan dikelola dengan baik, kemudian dimanfaatkan kembali untuk memenuhi kebutuhan peternak melalui SPHP sesuai ketentuan pemerintah,” ujarnya.

Selain pasokan jagung untuk pakan, pemerintah juga mendorong penguatan hilirisasi hasil peternakan, terutama telur dari peternak mikro dan kecil. Hasil produksi tersebut diharapkan dapat terserap melalui pasar reguler, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta industri pengolahan telur.

Dalam rancangan yang dibahas, sekitar 1,9 juta ton telur diproyeksikan terserap melalui pasar reguler, termasuk untuk mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan masyarakat. Pemerintah juga mendorong pengembangan industri pengolahan telur menjadi produk cair dan tepung telur untuk memperluas pasar domestik serta membuka peluang ekspor.

Untuk mendukung pelaksanaan program, BULOG akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, koperasi peternak, kelompok tani, dan pemangku kepentingan terkait. Koordinasi tersebut mencakup mekanisme penyerapan surplus jagung, pengelolaan cadangan melalui pergudangan, serta distribusi sesuai kebutuhan di lapangan.

Melalui skema kemitraan tersebut, pemerintah berharap peningkatan produksi jagung dalam negeri diikuti tata niaga yang lebih terarah dan efisien. Penyerapan, penyimpanan, dan distribusi yang terintegrasi diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network