Selanjutnya, gempa susulan keenam M4,1 pukul 21.37 WIB, berlokasi 4.43 LS - 100.68 BT atau berjarak 201 km Barat Daya, Kabupaten Bengkulu Utara, pada kedalaman 37 Km.
Gempa susulan ketujuh dengan M3,9 pukul 22.13 WIB, berlokasi di 4.65 LS - 100.75 BT atau 185 km Barat Laut, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, kedalaman 13 Km.
Kemudian, gempa susulan kedelapan M4,1 pukul 22.26 WIB, berlokasi 4.67 LS - 100.83 BT atau berjarak 176 Barat Laut, Pualu Enggano dengan kedalaman 15 Km.
Gempa kesembilan M4,1 pukul 23.22 WIB, berlokasi di 4.71 LS - 100.77 BT atau 180 km Barat Laut, Pulau Enggano pada kedalaman 53 km.
Gempa susulan ke-10 dengan Magnitudo 4.5, Sabtu (19/11/2022) pukul 00:37:56 WIB, berlokasi di 3.56 LS - 101.15 BT atau 109 Km Tenggara, Kabupaten Mukomuko dengan kedalaman 10 Km.
Gempa ke-11 pada pukul 00.49 WIB berlokasi di 5.38 LS- 101.29 BT, kedalaman 9 km, dengan M3,6, berjarak 108 km Barat Daya Pulau Enggano.
Gempa susulan ke-12 pukul 00.52 WIB, berlokasi di 4.3 LS - 102.15 BT pada kedalaman 9 km berkekuatan M2,9 berjarak 53 km Barat Daya Kabupaten Seluma.
Gempa ke-13 pada Sabtu (19/11/2022) pukul 01.36 WIB, berlokasi di 4.83 LS - 100.89 BT pada kedalaman 59 km, dengan kekuatan M3,5, berjarak 163 km Barat Laut, Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kepahiang Anton Sugiharto mengatakan, usai gempa M6,8 di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara sudah terjadi 13 kali gempa susulan.
Pada Jumat terjadi 9 kali gempa susulan dan 4 kali gempa susulan di Sabtu (19/12022). Kekuatan gempa susulan mulai M2,9 hingga M5,6.
"Untuk gempa susulan terus kami monitoring. Jika kami lihat trendnya, gempa susulan mulai menurun kekuatanya. Wilayah Bengkulu zona subduksi dan sesar-sesarnya sangat aktif," kata Anton, Sabtu (19/11/2022).
Penyebab gempa bumi di Pulau Enggano dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Anton.
Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Lalu agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," ucapnya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait