Ilham yang mengetahui itu kemudian bergegas mengabari kondisi rekannya tersebut ke Bhabinkamtibmas Watuliandu bersama Ketua Rukun Warga (RW) setempat.
Korban yang sudah tidak bernyawa itu kemudian digotong beramai-ramai menggunakan sarung dari kebun menuju jalan raya guna dibawa ke kediamannya.
Berdasarkan keterangan Ilham ke polisi, korban memang kerap begadang hingga pagi hari untuk bermain game. Korban juga diketahui jarang makan dan memiliki riwayat penyakit perut yang kerap kambuh.
"Dua malam berturut-turut main game dan hari ini korban dijumpai masih main game hingga pukul 05.00 Wita oleh Ilham," ungkapnya.
Saat ini, korban sudah disemayamkan. Pihak keluarga Ateng juga tidak keberatan dan menerima nasib yang menimpa Syahruddin dengan lapang dada.
Editor : Candra Setia Budi
Artikel Terkait