“Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab kematian anak gajah akan disampaikan setelah hasil nekropsi dan pendalaman lapangan diperoleh secara menyeluruh,” ujarnya.
Sementara Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Dari pemeriksaan awal terhadap bangkai, ditemukan jerat yang mengikat kaki depan anak gajah.
“Bagi kami ini merupakan pukulan yang keras ya, bahwa masih terjadi kegiatan yang membunuh keberadaan satwa liar di kawasan hutan. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap bangkai, memang ditemukan ada jerat yang mengikat kaki depannya,” katanya dikutip dari akun Instagram @btn_tessonilo.
Heru menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir patroli smart patrol tidak menemukan jerat di dalam kawasan TNTN. Namun jerat masih kerap ditemukan di luar kawasan, seperti hutan produksi dan area lainnya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait