Dari hasil pengembangan sementara, kelompok remaja tersebut juga diduga terkait keributan di depan Masjid Matakali yang sebelumnya viral di media sosial.
Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, menegaskan pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap aksi kekerasan.
“Kami tidak akan mentolerir tindakan kekerasan yang membahayakan keselamatan orang lain. Proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya.
Kasus tersebut kini ditangani bersama oleh Sat Reskrim Polres Polewali Mandar dan Unit Reskrim Polsek Urban Wonomulyo untuk mendalami motif serta peran masing-masing terduga pelaku.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait