SERANG, iNews.id - Tiga anggota geng motor secara sadis membacok warga yang hendak membeli nasi uduk di Jalan Raya Serang-Cilegon, Banten. Kini ketiganya anggota geng motor bernama Bizzer itu sudah ditangkap.
Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Sofwan Hermanto mengatakan, tiga pelaku ini merupakan anggota geng Bizzer yang merupakan kelompok dari geng motor Serang hingga Tangerang.
"Tiga pelaku yang ditangkap adalah IB (21), RK (22), dan satu orang diantaranya masih sekolah setingkat SMP," ujarnya, Senin (9/10/23).
Aksi penyerangan itu dilakukan ketiganya pada Rabu (4/10/23). Pelaku saat itu membacok korban berinisial TM (21) yang hendak membeli nasi uduk.
Dari keterangan ketiga pelaku, sebelum menyerang korban, geng motor ini merayakan ulang tahun di kawasan Ciracas. Setelah itu, mereka merencanakan tawuran ke Cilegon untuk menyerang kelompok 21Stress.
"Mereka ini geng motor dengan nama aliansi Bizzer yang terdiri atas kelompok geng motor Kaizer, WAC Official, Sobat Ambyar Tangerang, dan Astaga03," ujarnya.
Pada saat malam kejadian, pelaku tidak menemukan lawan yang dicarinya. Akibatnya, pelaku melampiaskannya kepada korban yang saat itu sedang membeli nasi uduk. Korban pun mengalami luka bacokan serius di bagian paha, kaki tulang kering dan bawah.
"Motifnya mereka ini ingin mencari musuh yang sudah janjian, karena musuh tersebut tidak didapati, akhirnya ketemu korban yang saat itu membeli nasi uduk di pinggir jalan yang jadi sasaran mereka," ujarnya.
Para pelaku berhasil ditangkap pada Jumat (6/10/2023) lalu di daerah Kecamatan Serang. Mereka mengakui telah melakukan penyerangan di daerah Serdang, Serang, Banten.
"Saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan dan data-data yang terjadi baik di wilayah hukum kita maupun di luar," katanya.
Satu pelaku berkilah jika menduga korban itu merupakan lawan mereka. Namun, keterangan itu langsung ditampik polisi lantaran korban diserang dalam kondisi gelap.
"Kondisi saat itu gelap, kok bisa kamu (pelaku) tahu itu lawanmu 21Stress?." ucap Kapolres.
Kini keluarga korban pun berharap pelaku dihukum berat lantaran sudah meresahkan warga.
Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait