WNI yang Disandera Abu Sayyaf Tewas, Keluarga Minta Kemenlu Kirim Bukti Foto

Andhy Eba ยท Kamis, 01 Oktober 2020 - 01:04:00 WIB
WNI yang Disandera Abu Sayyaf Tewas, Keluarga Minta Kemenlu Kirim Bukti Foto
Chat WhatsApp keluarga WNI yang tewas disander Abu Sayyaf (Andhy Eba/iNews)

BUTON, iNews.id - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dikabarkan tewas tertembak kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Korban diketahui bernama La Ba'a warga asal Desa Kamelanta, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

La'Ba merupakan salah satu dari lima warga Indonesia yang disandera Abu Sayyaf pada awal tahun ini. Dia tewas tertembak setelah terjadi kontak senjata antara militer Filipina dengan kelompok Abu Sayyaf.

Kabar tewasnya La Ba'a sudah diterima keluarganya di kampung halaman. Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengirim pesan lewat aplikasi chat WhatsApp.

"Mereka (Kemenlu) supaya kasih Naiya foto bukti," kata kakak korban bernama Naiya saat ditemui di kediamannya, Rabu (30/9/2020).

Keluarga WNI asal Buton yang tewas saat disandera Abu Sayyaf (Andhy Eba/iNews)
Keluarga WNI asal Buton yang tewas saat disandera Abu Sayyaf (Andhy Eba/iNews)

Naiya menambahkan, pihak Kemenlu juga mengirimkan foto bukti fisik yang menjadi ciri-ciri La Ba'a, yaitu tato di lengan.

Foto itu dikirim setelah pihaknya meminta bukti jika WNI yang menjadi korban tewas itu benar La Ba'a.

"Pak adakah foto lain seperti foto gambar muka supaya kami keluarga lebih yakin," tulis Naiya lewat pesan chat tersebut.

"Atau ada bekas luka pak di paha sebelah kiri," lanjutnya.

Tak lama, pihak Kemenlu pun mengirimkan foto-foto yang menjadi ciri khas La Ba'a. Setelah yakin, pihaknya meminta agar jenazah La Ba'a dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan.

La Ba'a meninggal dunia setelah tertembak dalam bentrokan senjata antara kelompok Abu Sayyaf dan militer Filipina dari kesatuan Joint Task Force Sulu dan 45th Batalyon Infantry di Kota Patikul, Provinsi Sulu, Mindanau.

Sebelumnya kelompok Abu Sayyaf menculik lima nelayan asal Sulawesi Tenggara pada Januari 2020. Mereka diculik oleh kelompok pemberontak itu di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Selain La Ba'a, keempat korban lainnya, yakni Arsyad Dahlan (41), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29).

Empat korban tersebut merupakan warga Kabupaten Wakatobi yang bekerja di perusahaan perikanan di wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto