Wisatawan asal Prancis Diperkosa di Labuan Bajo, Dispar NTT Minta Maaf

Antara ยท Kamis, 21 Juni 2018 - 18:57 WIB
Wisatawan asal Prancis Diperkosa di Labuan Bajo, Dispar NTT Minta Maaf
Ilustrasi pemerkosaan. (Foto: Okezone)

KUPANG, iNews.id – Seorang wisatawan asal Prancis berinisial MB (22) menjadi korban pemerkosaan saat berwisata di Labuan Bajo, Pula Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelaku diketahui seorang pria berinisial A, yang mengaku sebagai pemandu wisata di Labuan Bajo. Dinas Pariwisata NTT meminta maaf atas peristiwa tersebut.

Pemerkosaan itu terjadi saat korban diantarkan pelaku menuju lokasi wisata Air Terjun Cunca Wulang, menggunakan sepeda motor, Selasa (19/6/2018). Korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Rabu (20/6/2018). Saat ini, Polres Manggarai Barat tengah mencari menangkap pelaku pemerkosaan.

 Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu menyampaikan permohonan maaf mewakili Pemerintah Provinsi NTT, terkait peristiwa itu. “Kami minta maaf mendalam atas peristiwa asusila yang menimpa wisatawan asing asal Prancis ketika berkunjung ke Labuan Bajo, juga untuk keluarga korban,” kata Marius Ardu Jelamu di Kupang, Kamis (21/6/2018).

Marius mengecam keras tindakan tidak terpuji yang terjadi di luar dugaan dan kontrol pemerintah daerah setempat maupun pemerintah provinsi itu. Marius Ardu Jelamu mengaku telah berkoordinasi dengan aparat Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat untuk memburu dan segera menangkap pelaku.

“Harus segera ditangkap dan diberikan hukuman tegas. Kami juga minta agar pemda setempat memastikan korban mendapatkan pelayanan maksimal untuk pemulihan kondisinya,” katanya.

Menurut Marius, peristiwa pelecehan terhadap wisatawan asing di Labuan Bajo sudah sering kali muncul dari oknum tukang ojek di daerah itu. Mereka berkedok sebagai pemandu wisata. Peristiwa seperti ini berdampak buruk terhadap promosi pariwisata Labuan Bajo sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan nasional itu.

Untuk itu, Marius meminta pemerintah daerah setempat agar segera mengambil langkah konkret berupa penataan layanan ojek kendaraan sepeda motor di daerah itu. “Ini meski segera ditata. Ojek-ojek yang beroperasi mesti dibentuk dalam pos-pos yang terdaftar secara resmi sehingga mudah diketahui dan dikontrol,” katanya.

Lebih lanjut Marius juga meminta agar wisatawan yang selanjutnya berkunjung ke Labuan Bajo dan sekitarnya agar memanfaatkan jasa angkutan resmi yang keberadaannya diketahui secara jelas.

“Kami minta wisatawan agar menggunakan jasa-jasa angkutan yang disiapkan para operator resmi. Kalau wisatawan belum mengetahuinya maka dapat ditanyakan langsung ke aparat kepolisian setempat,” katanya.


Editor : Maria Christina