Wilayah NTT Rawan Gempa dan Tsunami, BMKG Siapkan Alat Peringatan Dini

Antara, Donald Karouw ยท Kamis, 17 Januari 2019 - 16:29 WIB
Wilayah NTT Rawan Gempa dan Tsunami, BMKG Siapkan Alat Peringatan Dini
Dampak tsunami yang menerjang Pulau Flores, NTT, pada 12 Desember 1992 lalu. (Foto: academicindonesia)

KUPANG, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) rentan gempa dan tsunami. Karena itu, saat ini BMKG sedang menyiapkan peralatan peringatan dini tsunami untuk ditempatkan di sejumlah daerah.

“NTT masuk dalam kawasan yang rentan akan gempa dan tsunami. Apalagi, Pulau Flores pernah mengalami tsunami,” kata Kepala Pusat BMKG Nelly Florida Riama saat bertemu dengan rombongan Komisi V DPR RI dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi di Kupang, Kamis (17/1/2019).

Nelly mengatakan, saat ini alat peringatan dini tsunami yang tersebar di seluruh Indonesia sudah diganti dengan peralatan baru. Seluruh wilayah rawan gempa dan tsunami di Indonesia sudah dipetakan, termasuk juga di wilayah NTT.

Di sisi kemaritiman, BMKG telah membangun pos maritim di Pelabuhan Tenau Kupang. Pos ini untuk memberikan peringatan dini terhadap cuaca maritim sekaligus untuk memberikan peringatan dini tentang kondisi cuaca di perairan NTT.

“Pos maritim ini juga sekaligus sebagai dukungan BMKG terhadap rencana peningkatan status Pelabuhan Tenau Kupang menjadi pelabuhan internasional,” paparnya.

Sementara Ketua Komisi V DPR Fary Francis yang memimpin rombongan kunjungan kerja Komisi V DPR di NTT mengatakan, kunjungan tersebut untuk memantau pembangunan dan infrastruktur transportasi dan aktivitas mitra kerja Komisi V lainnya, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Desa.

“Komisi V menggelar rapat bersama wakil gubernur NTT Josef Nae Soi dan mitra untuk mendengar pemaparan mengenai perkembangan pembangunan infrastruktur tersebut,” katanya.

Untuk diketahui, Flores pernah diguncang gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter (SR) pada 12 Desember 1992 pukul 13:29 WITA. Gempa bumi ini menyebabkan tsunami setinggi 36 meter yang menghancurkan rumah di pesisir pantai Flores. Bencana ini juga menyebabkan sebanyak 2.100 korban meninggal dunia. Selain itu, 500 orang hilang, 447 orang luka-luka, dan 5.000 orang mengungsi.

Gempa ini sedikitnya menghancurkan 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah, dan lebih dari 65 bangunan lainnya. Daerah yang terkena gempa, yakni Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Flores Timur. Namun, yang paling parah Maumere karena lebih dari 1.000 bangunan hancur dan rusak berat di wilayah ini.


Editor : Maria Christina