Waspada Gempa Susulan di NTB, BMKG: Hingga Pagi Ini Sudah 276 Kejadian

Dony Aprian ยท Senin, 30 Juli 2018 - 10:12 WIB
Waspada Gempa Susulan di NTB, BMKG: Hingga Pagi Ini Sudah 276 Kejadian
Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Intensitas kegempaan di wilayan Nusa Tenggara Barat (NTB) masih tinggi. Hingga Senin (30/7/2018) pukul 9.00 Wita, telah terjadi 276 kali gempa susulan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pusat Dwikorita Karnawati meminta masyarakat untuk waspada terhadap ancaman gempa susulan meskipun dengan intensitas dan magnitude yang kecil.

“Gempa susulan terbesar yang kami catat berkekuatan 5,7 SR. Karenanya kami meminta masyarakat untuk tetap waspada, namun tetap tenang dan jangan panik," kata Dwikorita dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/7/2018).


Dwikorita juga meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita hoaks yang menyebar usai terjadinya gempa. Hingga saat ini, BMKG terus memantau perkembangan gempa dari Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta. "Guna mengantisipasi munculnya informasi simpang siur dan hoaks, masyarakat bisa mengecek melalui akun Twitter @InfoBMKG yang terus menginformasikan perkembangan gempa," ujarnya.

Dwikorita menerangkan, hasil analisis BMKG gempa bumi yang terjadi di Lombok merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa bumi itu dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI). Sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI.

Sehubungan dengan masih adanya gempa-gempa susulan, masyarakat dihimbau supaya tidak menempati bangunan-bangunan yang kondisinya sudah rusak akibat gempa utama. "Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Diketahui, gempa bumi tektonik mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa Minggu (29/7/2018) dengan kekuatan 6,4 SR. Gempa terjadi pukul 05.47 WIB dengan pusat getaran pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, NTB berkedalaman 24 km.


Editor : Donald Karouw