Warga Sigi Diminta Waspada, Banjir dan Tanah Longsor Ancam Permukiman
SIGI, iNews.id - Masyarakat di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, harus waspada dengan bencana banjir dan tanah longsor. Pasalnya, bencana itu yang mengancam permukiman warga.
"Kami sudah memberikan mitigasi kepada masyarakat untuk menghindar jika terjadi banjir atau tanah longsor yang bisa terjadi kapan saja," kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Sulawesi Tengah, Andi Sembiring, Jumat (18/3/2022).
Selama dua pekan ini, kata dia, BPBD telah menerima laporan bencana banjir dari beberapa daerah dan sebagian besar terjadi di wilayah Kabupaten Sigi.
"Pekan lalu, kita terima laporan di Desa Dondo dan Pesaku Kabupaten Sigi, ada juga Donggala, Poso, Banggai. Laporan terakhir itu di Kecamatan Palolo, Sigi,” katanya.
Banjir yang melanda Dusun 2 Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, pada Kamis (17/3/2022) menyebabkan 21 rumah terendam dan satu jembatan yang menghubungkan Kota Palu-Kabupaten Poso putus.
"Hingga saat ini jembatan itu rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan, ada sawah terendam dan pihak BPBD sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menangani korban banjir," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang kedaruratan dan Logistik BPBD Sigi, Ahmad Yani mengatakan, Kabupaten Sigi termasuk daerah yang paling sering dilanda banjir. Pihaknya pun rutin memberikan edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana.
"Sering kita beri penguatan mitigasi bencana ke masyarakat. Kita juga memberikan perkembangan cuaca dari BMKG," katanya.
Yani berharap agar masyarakat tetap waspada saat musim hujan, khususnya yang bermukim dekat bantaran sungai dan pegunungan.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto