Warga NTT Bangga Tenun Ikat Kaif Dipakai Presiden Jokowi saat Upacara HUT RI

Antara ยท Senin, 17 Agustus 2020 - 19:47:00 WIB
Warga NTT Bangga Tenun Ikat Kaif Dipakai Presiden Jokowi saat Upacara HUT RI
Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat khas NTT saat upacara HUT ke-75 RI. (Foto: Antara)

KUPANG, iNews.id - Tenun ikat kaif berupa pakaian adat dari NTT yang dipakai Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam upacara bendera Kemerdekaan RI 17 Agustus menjadi motivasi khusus bagi para penenun. Mereka merasa dihargai karena hasil karyanya dipakai orang nomor satu di Indonesia.

"Ini bukan hanya soal memakai, tetapi ini menjadi motivasi bagi kita terutama para penenun kita di NTT untuk terus mempertahankan hasil karya intelektual ini," kata  Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Emelia Nomleni, Senin (17/8/2020).

Dia menjelaskan, Presiden Jokowi dua kali mengenakan pakaian adat NTT, yakni dari Sabu dalam acara besar kenegaraan yakni pada Pidato Tahunan MPR Tahun 2020 di Kompleks Parlemen Senayan pada Jumat (14/7/2020), dan pakaian adat Timor Tengah Selatan pada upacara peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI, di Istana Merdeka hari ini.

Emelia Nomleni memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Negara, karena ini menjadi kado yang istimewa pada HUT kemerdekaan buat masyarakat NTT.

"Kita tidak pernah berpikir bahwa Presiden, orang nomor satu di Indonesia dua kali memakai pakaian adat NTT dalam waktu yang sangat dekat," katanya.

Menurut dia, apa yang ditampilkan orang nomor satu di Indonesia itu memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat NTT yang memiliki produk budaya tenun ikat yang luar biasa.

Pada sisi lain, kata politisi PDI Perjuangan ini, hal ini juga menjadi bagian dari bentuk pemberdayaan terhadap para penenun sekaligus penghargaan terhadap karya intelektual para perempuan NTT yang menyebar di desa-desa.

"Para perempuan sering dianggap bodoh, dianggap tidak tahu apa-apa, tetapi mereka memberikan karya terbaik kepada bangsa dan negara," katanya.

Emelia juga mengajak para penenun di NTT untuk terus berkarya menghasilkan produk-produk tenun ikat bernilai jual tinggi yang dapat dipasarkan untuk meningkatkan kesejahteraan.


Editor : Kastolani Marzuki