Wakil Bupati Nduga Disebut Mundur, Kemendagri: Belum Ada Suratnya

Antara ยท Sabtu, 28 Desember 2019 - 16:35 WIB
Wakil Bupati Nduga Disebut Mundur, Kemendagri: Belum Ada Suratnya
Kapuspen Kemendagri Bahtiar. (Foto dok iNews.id)

JAKARTA, iNews.id -  Kementerian Dalam Negeri belum menerima surat pengunduran diri Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge. Wentius dikabarkan mundur karena kecewa dengan insiden penembakan salah seorang warganya.

"Hingga saat ini belum ada, kami belum menerima surat pengunduran diri wakil bupati Nduga," kata Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/12/2019).

Ia menyatakan, sudah memeriksa perihal kabar pengunduran diri itu kepada pejabat di pemerintah Provinsi Papua, yang juga menyatakan belum menerima surat pengunduran diri itu. 

"Jika ada, pasti kami layani dengan baik dan proses sesuai dengan ketentuan pasal 79 UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah," ujar Bahtiar.

Bahtiar menerangkan, dalam pasal 67 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 disebutkan tentang kewajiban kepala daerah, pada huruf g: Kepala daerah dan wakil kepala daerah wajib menjalin hubungan kerja dengan seluruh instansi vertikal di daerah dan semua perangkat daerah.

"Itu kewajiban UU dan juga Sumpah Janji Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Makanya kepala daerah dan wakil kepala daerah harus memahami tugas dan kewajibannya, terikat sumpah janji dan larangan yang diatur dalam Undang-Undang," kata Bahtiar.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge menyatakan mundur karena kecewa dengan penembakan salah satu warganya, Hendrik Lobere. Korban yang bekerja sebagai sopir itu ditembak dari Batas Batu ke Kenyam pada Jumat (20/12/2019) malam. 

Wentius menyatakan mundur di tengah-tengah warganya yang menggelar demo terkait penembakan itu di Kenyam, Senin (23/12/2019).

Foto-foto saat Wentius Nimiangge hadir di tengah-tengah warganya yang demo beredar luas di media sosial. Wentius tampak mengenakan pakaian batik dan celana pendek dan mengenakan toa.


Editor : Reza Yunanto