Viral Oknum TNI Diduga Todong Pistol ke Pimpinan Ponpes di Kolaka Sultra

Asdar Lantoro ยท Jumat, 10 Januari 2020 - 21:35 WIB
Viral Oknum TNI Diduga Todong Pistol ke Pimpinan Ponpes di Kolaka Sultra
Tangkapan layar viral pimpinan ponpes di Kolaka ribut dengan oknum TNI AL

KOLAKA, iNews.id - Sebuah video viral beredar di media sosial beberapa anggota TNI yang diduga berasal dari TNI Angkatan Laut (AL) adu mulut dengan pimpinan pondok pesantren. Keributan tersebut diduga terkait kasus sengketa tanah yang melibatkan pimpinan pondok pesantren (ponpes) Muhammad Sutamin dan warga bernama Mardin More.

Video tersebut pertama kali diunggah di akun Facebook Abbas Abu Firanda Andirja. Pimpinan ponpes Ihya Assunah Sutamin membenarkan kejadian tersebut.

Peristiwa yang ada di video tersebut terjadi pesantren yang terletak di Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Kamis (9/1/2020). Sutamin mengatakan awalnya Mardin bersama anaknya yang merupakan anggota TNI AL datang untuk menemuinya.

BACA JUGA:

Panglima Hadi Tjahjanto Perintahkan TNI AL Halau Kapal Asing Pencuri Ikan di Natuna

Pangdam Sriwijaya: TNI dan Polri Kompak Ciptakan Suasa Kondusif di Sumsel

Saat akan diajak bicara baik-baik di kantor, Mardin dan anaknya menolak. Sutamin mengaku sempat ditodong dengan pistol.

"Saya keluar, ternyata saya langsung ditodong dengan senjata dan ancaman. Terjadilah peristiwa seperti di video. Saya ditarik diseret dengan paksa, hampir saya nggak bisa pakai sandal," kata Sutamin, Jumat (10/1/2020).

Lettu Sutedjo (Foto: iNews/ Asdar)
Lettu Sutedjo (Foto: iNews/ Asdar)

 

Sutamin akhirnya dibawa ke POM AL, di lokasi tersebut dia mengaku kembali diancam. Bahkan menurutnya, ada letusan pistol untuk mengancamnya.

Karena merasa terancam, dia terpaksa menyerahkan surat-surat tanah ke Mardin. Padahal saat penyerahan tersebut, dia mengaku tidak diperbolehkan didampingi keluarga atau pengacara.

Sutamin sudah melaporkan peristiwa yang dialaminnya ke polisi.

Sementara itu, Komandan Pos TNI AL Kolaka, Lettu Sutedjo menegaskan hal itu tidak benar. Sutedjo mengatakan tidak ada senjata tajam maupun senjata api yang keluar.

"Saya klarifikasi bahwa itu tidak benar, jadi pada saat di pondok pesantrean tidak ada senjata yang keluar. Baik senjata api maupun senjata tajam," kata Sutedjo saat dikonfirmasi terpisah.

Sutedjo juga menegaskan tidak ada suara tembakan seperti yang diberitakan. Dia menyebut berita yang beredar di media sosial tidak benar.

"Begitu pula saat mediasi di Pos Kolaka, tidak ada senjata tajam, dalam mediasi. Tidak ada tembakan, seperti diberitakan di media sosial," ucap Sutedjo.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq